Category Archives: Profil

Sosok Zinedine Zidane Sebagai Pemain Sekaligus Pelatih

Zinedine Zidane

Siapa yang tidak mengenal pemain bernama lengkap Zinedine Yazid Zidane atau lebih dikenal dengan Zidane. Seorang pemain sepakbola profesional yang lahir pada tanggal 23 Juni 1972 di Marseille, Perancis.

Zinedine Zidane
Zinedine Zidane kini menjabat sebagai pelatih Real Madrid

Pria yang populer dengan panggilan Zizou itu, telah pensiun sebagai pemain sepakbola pada tahun 2006 lalu dan kini memegang jabatan sebagai pelatih Real Madrid.

Perjalanan Karir Zidane

Zidane merupakan warga negara Perancis yang memiliki keturunan Aljazair. Ia lahir di pinggiran kota Marseille yang dikenal sebagai tempat tinggal para imigran generasi pertama atau kedua. Meskipun begitu, Zidane tumbuh dengan pribadi yang kuat dan matang di La Castellane.

Zinedine Zidane

Karir sepakbola Zidane dimulai saat usianya menyentuh angka 14 tahun. Kemudian, Jean Varraud yang merupakan seorang pencari bakat menawari anak dari imigran Aljazair tersebut untuk sekolah di Akademi AS Cannes.

Selama menempuh pendidikan di jenjang akademi, Zidane mampu mengembangkan kemampuanya dalam mengolah ‘si kuli bundar’ hingga akhirnya Ia mendapatkan tawaran kontrak selama empat musim. Pertama kalinya Zizou bermain di level profesional terjadi saat usianya menginjak 17 tahun di tahun 1991.

Pada tanggal 8 Februari 1991, Zidane berhasil mencetak gol untuk pertama kalinya di jenjang sepakbola profesional. Hal tersebut membuat presiden klub memberikan hadiah berupa mobil kepadanya. Di akhir musim, Ia mampu mengantarkan Cannes berkancah di turnamen Piala UEFA.

Perjalanan karirnya berlanjut dengan bergabung bersama Girondins de Bordeaux di musim 1992/1993. Tiga tahun berselang, Ia sukses mengantarkan timnya meraih gelar juara Piala Intertoto dan hampir saja menjuarai Piala UEFA, andai saja di partai final tidak dikalahkan oleh wakil Jerman Bayern Munich.

Zidane membentuk trio Perancis di timnas bersama dua rekannya di level klub, yaitu Christophe Dugarry dan Bixente Lizarazu. Trio tersebut tampil imprensif dan berhasil membawa timnas julukan Les Blues tersebut menjuarai ajang Piala Dunia 1998.

Pada tahun 1995, Ray Harford yang waktu itu menjabat sebagai pelatih Blackburn Rovers menginginkan jasa Zidane dan memberikan tawaran kontrak kepadanya. Namun, Ia menolak untuk bermain di klub asal Liga Inggris tersebut dan lebih memilih untuk berkancah bersama Juventus di Serie A.

Karirnya di tanah Italia berakhir di tahun 2001, seiring dirinya bergabung bersama Real Madrid. Klub raksasa asal La Liga Spanyol tersebut harus merogeh kocek sebesar €66 juta. Transfer tersebut menobatkan Zidane sebagai pemain termahal.

Karir Zidane Sebagai Pemain Real Madrid

Pada musim perdana bersama Los Blancos, Zidane mampu membawa El Real meraih gelar juara Liga Champions, setelah dirinya mencetak gol kemenangan 2-1 ke gawang Bayern Leverkusen pada partai final yang dihelat di Hampden Park, Glasgow.

Zinedine Zidane
Zinedine Zidane berhasil membawa Real Madrid juara Liga Champions

Gelar UCL tersebut mampu disatukan dengan gelar Supercopa de España. Di musim berikutnya, Zidane sukses meraih trofi La Liga Spanyol dan UEFA Super Cup serta Intercontinental Cup. Pada tahun 2003, Real Madrid kembali menjadi juara Supercopa de España.

Zidane mengakhiri petualangannya bersama Los Merengues di musim 2006, tepatnya pada tanggal 7 Mei. Kala itu, seluruh penggawa Los Blancos mengenakan baju khusus dengan bertanda ‘ZIDANE 2001 – 2006’ yang tertulis di bawah logo klub. Pertandingan itu sendiri dimainkan di Estadio Santiago Bernabeu.

Kenangan 2006

Semua penikmat sepakbola tentunya masih mengingat salah satu kejadian pada tahun 2006, tepatnya pada partai puncak Piala Dunia 2006. Pertandingan yang mempertemukan timnas Perancis melawan Italia itu, Zidane secara mengejutkan menanduk dada Materazzi dengan kepalanya.

Zinedine Zidane
Zinedine Zidane melakukan tandukan ke Materazzi pada ajang Piala Dunia 2006

Hal tersebut dilakukan oleh Zidane, lantaran pemain Italia tersebut mengatakan kata-kata kasar kepadanya. Sehingga, membuat sang pengadil lapangan memberikan hadiah kartu merah kepada Zidane. Akibatnya, timnas Perancis gagal menjadi juara di ajang tersebut.

Mengenal Lebih Dalam Tentang David Beckham

Beckham

Siapa yang tidak mengenal sosok David Beckham? Semua penikmat sepakbola era tahun 90’an hingga akhir tahun 2013, pasti mengetahui sepak terjang pemain yang terkenal dengan tendangan bebas yang melengkung indah ke arah gawang.

Beckham
Sosok David Beckham hingga saat ini masih menjadi primadona

Pemain dengan nama lengkap David Robert Joseph Beckham, lahir di Leytonstone, London, Inggris pada tanggal 2 Mei tahun 1975. Ia merupakan seorang sepakbola kelahiran Inggris yang bermain di Amerika Serikat untuk memperkuat La Galaxy pada ajang turnamen Major League Soccer (MLS).

Sebelum memulai petualangannya di tanah Paman Sam, Beckham terlebih dahulu bermain sebagai pemain Manchester United di kancah Liga Primer Inggris dan Real Madrid di kompetisi La Liga Spanyol.

Beckham begitu ahli dalam hal mengeksekusi tendangan bebas yang tidak sedikit mampu berbuah menjadi gol. Tidak hanya itu, Ia juga mahir dalam memberikan umpan ke arah kotak penalti yang dimanfaatkan sempurna oleh rekan setimnya.

Pemain berusia 42 tahun tersebut telah menikah dengan seorang perempuan bernama Victoria, yang merupakan mantan personil grup musik bernama Spice Girls dan dikaruniai empat anak.

Perjalanan Karir Sepakbola Bersama Manchester United

Beckham mengawali karir sepakbola bersama klub asal London Tottenham Hotspur. Kemampuannya mengolah si kulit bundar membuat sang manajer Manchester United kala itu Alex Ferguson terpincut untuk merekrutnya. Saat itu, Beckham masih berusia 16 tahun, tepatnya di musim 1994/1995.

David Beckham
David Beckham bersinar bersama Manchester United

Namun langkah Fergie tersebut dikecam oleh sejumlah pihak, karena merekrut pemain yang masih berusia sangat muda. Tetapi, Beckham membuktikan bahwa keputusan sang pelatihnya adalah tepat. Ia berhasil membawa The Reds Devil menjuarai Premiership dan kancah kompetisi domestik yaitu FA Cup.

Pada bulan Agustus 1996, The Posh Boy (julukan Beckham) berhasil menciptakan sebuah gol spaktekuler ke gawang Wimbledon yang pada kala itu dikawal oleh Neil Sullivan. Ia sukses mencetak gol dari tengah lapangan.

Berkat aksinya di atas lapangan bersama Setan Merah, Beckham dipanggil untuk memperkuat tim Nasional The Three Lions. Ia melakukan debut untuk timnas pada tanggal 1 September 1996 kala menghadapi perlawanan Moldova dalam laga kualifikasi Piala Dunia 1998.

Pada pergelaran ajang tersebut, Beckham harus melewati dua pertandingan awal. Hingga pada laga ketiga kontra Kolombia, Ia dipercaya untuk bermain sejak awal. Alhasil, Beckham sukses mencetak satu gol dalam partai tersebut.

Beckham mendapatkan kartu merah pertamanya dalam karir sepakbola ketika Ia menendang Diego Simeone dengan sengaja dalam partai melawan Argentina. Kartu merah itu membuat timnas Inggris kalah dari La Albiceleste.

Bahkan, Beckham dicap sebagai penyebab kekalahan timnas The Three Lions oleh masyarakat Inggris. Para supporter United juga menyalahkan pemain barunya tersebut.

Namun pada tahun 1998/1999, Beckham mengobati rasa kecewa fans The Reds Devil dengan meraih treble winner, yakni Liga Champions, FA Cup dan Premiership.

Karir Sepakbola Hingga Pensiun

Hingga pada musim 2003, Beckham mengakhiri petualangannya bersama Manchester United dan hijrah ke Real Madrid.

Beckham
Beckham pensiun pada tahun 2013, kala Ia membela Paris Saint Germain

Bersama Los Blancos, Spice Boy sukses memenangkan beberapa trofi bergengsi, yakni masing-masing satu piala La Liga Spanyol dan Supercopa de España. Namun petualangannya berakhir di musim 2007, dan Ia memutuskan hijrah ke Amerika Serikat dan bergabung bersama LA Galaxy.

Hingga di musim 2009, Beckham bergabung bersama AC Milan di kancah Serie A Italia sebagai pemain pinjaman selama dua musim. Namun ketika kembali ke skuat Los Galacticos, Beckham memilih untuk menerima tawaran dari Paris Saint Germain.

Beckham bermain untuk Les Parisiens selama tiga musim. Dan akhirnya Ia memutuskan untuk gantung sepatu di dunia yang telah membesarkan namanya.